​Jamin Kualitas MBG, 5 Dapur SPPG Yayasan Pitulikur Peduli Bangsa Resmi Bersertifikat Halal

Ketua Yayasan Pitulikur Peduli Bangsa, Kyai H. Cholidien Qosiem, menunjukkan sertifikat halal yang telah dikantongi seluruh dapur SPPG di bawah naungan yayasan sebagai bentuk komitmen menjaga kualitas, keamanan, dan kehalalan makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

BLORA
, sppgnews – Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) menuntut standar keamanan pangan yang tak main-main. Menjawab tantangan tersebut, seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di bawah naungan Yayasan Pitulikur Peduli Bangsa kini telah resmi mengantongi sertifikat halal.

​Pencapaian ini merupakan buah dari komitmen yayasan dalam menjaga kualitas, keamanan, dan sanitasi makanan yang diproduksi setiap harinya. Ketua Yayasan Pitulikur Peduli Bangsa, Kyai H. Cholidien Qosiem, menegaskan bahwa sertifikasi ini adalah langkah fundamental untuk membangun kepercayaan publik.

​“Alhamdulillah, seluruh SPPG kami telah tersertifikasi halal. Ini wujud komitmen konkret kami untuk menghadirkan makanan yang tidak hanya bergizi tinggi, tetapi juga terjamin aman dan halal bagi seluruh anak-anak penerima manfaat,” ujarnya.

Buah dari Kepatuhan Audit Mutu

​Diperolehnya sertifikat ini membuktikan bahwa proses operasional harian di dapur SPPG telah memenuhi standar ketat. Menurut Kyai Cholidien, hal ini bukan sekadar pemenuhan administrasi, melainkan wujud tanggung jawab mutlak lembaga terhadap kualitas layanan.

​Lebih dari itu, pencapaian ini merupakan hasil dari serangkaian audit kepatuhan produksi. Mulai dari kejelasan sertifikasi bahan baku mentah, kedisiplinan tata tertib relawan saat mengolah masakan, hingga higienitas pada tahap pemorsian di dalam kemasan.

​“Dengan adanya sertifikat resmi ini, kami berharap masyarakat, pihak sekolah, dan wali murid semakin tenang. Mereka bisa menaruh kepercayaan penuh pada proses pengolahan makanan di masing-masing dapur SPPG,” imbuhnya.

Daftar SPPG Bersertifikat

​Saat ini, terdapat lima fasilitas dapur SPPG Yayasan Pitulikur Peduli Bangsa yang tersebar di wilayah Blora dan Tuban yang telah tervalidasi kehalalannya, yakni:

  • SPPG Blora Jepon Turirejo (ID33210073092880526)
  • SPPG Blora Cepu Cepu 2 (ID33210064563390426)
  • SPPG Blora Kradenan Sumber (ID33210064562110426)
  • SPPG Tuban Jatirogo Paseyan (ID35110057140690426)
  • SPPG Tuban Jatirogo Besowo (ID35110073258290526)

​Ke depannya, manajemen Yayasan Pitulikur Peduli Bangsa memastikan tidak akan lengah. Seluruh dapur SPPG akan terus diawasi secara berkala untuk memperkuat standar operasional, menjaga kebersihan fasilitas, serta memperketat kontrol kualitas sebelum rantang makanan didistribusikan ke sekolah-sekolah



sumber berita: beritaku.net

Jamin Mutu Program Makan Bergizi Gratis, Dapur MBG SPPG Blora Resmi Kantongi Sertifikat Halal

Kepala SPPG Blora Jepon Turirejo, Toshari Indra Triana, tersenyum bangga sambil menunjukkan Sertifikat Halal resmi yang baru diterima untuk Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) Turirejo, Jepon, Blora. Keberhasilan ini menjadi jaminan mutu dan kehalalan program di wilayah tersebut. || Foto/Ilustrasi: Dok. Humas SPPG Blora Jepon Turirejo 

BLORA
, beritaku.net – Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikelola oleh Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) Kecamatan Jepon, bertempat di Desa Turirejo, Kabupaten Blora, resmi mengantongi sertifikat halal dari Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH). Langkah strategis ini diambil guna memastikan seluruh kontinuitas pasokan makanan yang didistribusikan kepada para siswa tidak hanya memenuhi standar nutrisi, tetapi juga terjamin kehalalan dan keamanannya secara regulasi.

Kepala SPPG Blora Jepon Turirejo, Toshari Indra Triana, menegaskan bahwa pencapaian sertifikasi ini merupakan bentuk komitmen total pihak pengelola dalam mendukung program nasional dengan standar mutu tertinggi. Menurutnya, aspek kehalalan menjadi fondasi utama sebelum makanan tersebut diolah dan disajikan ke sekolah-sekolah sasaran.

"Sertifikat halal ini adalah hulu dari seluruh proses operasional kami. Kami ingin para orang tua, pihak sekolah, dan masyarakat luas memiliki kepercayaan penuh bahwa makanan yang dikonsumsi oleh anak-anak kita diproduksi melalui proses yang bersih, higienis, dan sesuai dengan syariat serta regulasi hukum yang berlaku," ujar Toshari saat memberikan keterangan pers, Sabtu (23/5).

Proses untuk meraih sertifikasi ini melibatkan audit menyeluruh terhadap rantai pasok dapur SPPG Turirejo. Tim auditor memeriksa secara mendalam mulai dari pemilihan bahan baku, proses penyimpanan, peralatan memasak, teknik pencucian, hingga metode pengemasan dan distribusi akhir. Penggunaan wadah makanan yang aman (food grade) serta pemisahan ruang komoditas mentah dan matang turut menjadi indikator penting dalam penilaian kelayakan.

Dengan terbitnya sertifikat halal resmi ini, Dapur MBG SPPG Turirejo diharapkan menjadi percontohan (role model) bagi pengelolaan dapur gizi serupa di wilayah regional Blora dan sekitarnya. Keberhasilan ini sekaligus menjawab tantangan pemenuhan standar operasional prosedur (SOP) sanitasi dan ketahanan pangan yang ketat dalam menyukseskan program pemenuhan gizi generasi muda di tingkat daerah.



sumber : beritaku.net

SPPG Sumber Kradenan Perkuat Disiplin dan Standar Kerja, Fokus pada Kualitas Layanan MBG



BLORA  – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sumber Kradenan terus 0melakukan penguatan kedisiplinan dan penerapan standar kerja dalam operasional dapur MBG. Langkah ini dilakukan sebagai upaya menjaga kualitas pelayanan sekaligus menindaklanjuti hasil evaluasi sebelumnya.

Kepala SPPG Sumber Kradenan, Dimas Wahyu Nanda, menegaskan bahwa kedisiplinan relawan menjadi kunci utama dalam kelancaran proses kerja di dapur.

“Kedisiplinan menjadi pondasi utama. Mulai dari kehadiran, ketepatan waktu, hingga pelaksanaan tugas harus berjalan sesuai dengan aturan yang sudah ditetapkan,” ujarnya.

Selain itu, penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP) dapur juga terus diperkuat di setiap lini, mulai dari persiapan bahan, proses pengolahan, pemorsian, hingga kebersihan peralatan.

Menurut Dimas, setiap tahapan kerja memiliki peran penting dalam menentukan kualitas makanan yang didistribusikan kepada penerima manfaat.

“Semua proses harus mengikuti SOP. Ini bukan hanya soal alur kerja, tapi juga menyangkut keamanan pangan dan kelayakan makanan yang diterima anak-anak,” tambahnya.

SPPG Sumber Kradenan juga terus melakukan perbaikan berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan secara berkala. Masukan dari tim internal maupun pihak luar dijadikan bahan untuk meningkatkan kualitas layanan.

“Evaluasi yang ada tidak kami anggap sebagai kekurangan semata, tetapi sebagai bahan pembelajaran agar ke depan bisa lebih baik. Komitmen kami adalah terus berbenah,” jelasnya.

Dengan penguatan disiplin dan standar kerja tersebut, SPPG Sumber Kradenan berharap dapat memberikan pelayanan yang lebih optimal, sekaligus menjaga kepercayaan masyarakat terhadap program MBG.

Upaya ini juga menjadi bagian dari komitmen SPPG dalam memastikan bahwa setiap makanan yang disajikan tidak hanya memenuhi standar gizi, tetapi juga aman, layak, dan dapat diterima dengan baik oleh penerima manfaat.



Sumber : Beritaku.net


BLORA
 – Anggota DPR RI Komisi V Fraksi Gerindra, H. Danang Wicaksana S, S.T., melakukan kunjungan kerja ke SPPG By Pass Cepu, Kabupaten Blora. Kunjungan ini menekankan pentingnya kepatuhan terhadap aturan dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kedatangan rombongan berlangsung pada siang hari, setelah seluruh aktivitas dapur selesai, termasuk proses pengolahan dan distribusi makanan kepada penerima manfaat. Meski tidak sempat meninjau langsung proses produksi, kunjungan tetap dimanfaatkan untuk koordinasi dan dialog dengan pengelola.

Dalam kesempatan tersebut, ahli gizi turut memperlihatkan sampel makanan dalam ompreng yang telah disiapkan kepada anggota DPR RI sebagai gambaran menu yang didistribusikan kepada penerima manfaat.

“Saya tidak ingin ada SPPG di daerah pemilihan saya yang tidak memahami aturan hingga menimbulkan masalah. Program ini harus berjalan sesuai ketentuan. Pada saat yang sama, kami ingin para penerima manfaat benar-benar merasakan manfaat MBG, merasa senang, bahagia dan kesehatannya terjaga,” tegas Danang.

Turut hadir dalam kunjungan tersebut Wakil Bupati Blora Sri Setyorini selaku Satgas MBG, didampingi Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Blora Edy Widayat, serta Wakil Ketua DPRD Blora Lanova Candra.

Danang menegaskan, kepatuhan terhadap standar operasional menjadi kunci utama agar program berjalan optimal dan tidak menimbulkan persoalan di lapangan. Selain itu, kualitas layanan kepada penerima manfaat juga harus menjadi perhatian utama.
Pada kesempatan itu, pengelola SPPG By Pass Cepu juga memaparkan alur operasional dapur, mulai dari proses pengolahan hingga distribusi yang telah dilaksanakan pada hari tersebut.

Kunjungan ini diharapkan memperkuat pengawasan sekaligus memberikan masukan untuk peningkatan kualitas pelaksanaan program MBG di wilayah Cepu dan sekitarnya.



sumber: beritaku.net

Kunjungan DPR RI Mendadak, SPPG By Pass Cepu Tetap Siap


BLORA
– Kunjungan kerja anggota DPR RI ke SPPG By Pass Cepu dilakukan secara mendadak. Meski tanpa persiapan panjang, pengelola dapur memastikan operasional tetap berjalan sesuai standar.

Kepala SPPG By Pass Cepu, Sabriyansyah Putra Wardana, mengatakan pihaknya langsung melakukan penyesuaian cepat setelah menerima informasi kedatangan rombongan.

“Informasinya memang mendadak, namun kami pastikan kondisi dapur tetap siap karena aktivitas harian sudah mengacu pada standar kebersihan dan pengolahan,” ujarnya.

Dalam kunjungan tersebut, rombongan DPR RI dijadwalkan meninjau langsung proses pengolahan makanan hingga pendistribusian kepada penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Selain peninjauan, agenda juga mencakup dialog singkat dengan pengelola dapur guna melihat kondisi riil di lapangan. Kunjungan mendadak ini dinilai menjadi gambaran nyata operasional dapur sehari-hari tanpa rekayasa persiapan khusus.

“Ini justru menunjukkan kesiapan kami dalam menjaga kualitas, baik dari sisi bahan baku, kebersihan, maupun proses pengolahan,” tambah Sabriyansyah.

SPPG By Pass Cepu berharap kunjungan tersebut dapat memberikan masukan konstruktif untuk peningkatan kualitas layanan serta memperkuat dukungan terhadap program MBG di wilayah Cepu dan sekitarnya.



Sumber: beritaku.net 

Dapur Turirejo Blora Pastikan Seluruh Alur Produksi Sesuai Standar Halal


BLORA
 – Dapur Turirejo Kabupaten Blora baru saja menjalani audit sertifikasi halal guna menjamin keamanan dan kenyamanan konsumen. Audit ini dilakukan oleh Tim Pimpinan Cabang LPH Yayasan Islam Janetta Apria, yang dipimpin oleh Dwi Wulan Utami.

Wulan menjelaskan bahwa audit halal merupakan kewajiban bagi seluruh industri makanan dan minuman (F&B) di Indonesia, sesuai dengan Keputusan Menteri Agama (KMA) 1503. Fokus utama audit ini meliputi pemeriksaan bahan baku, proses produksi, fasilitas pendukung, hingga sistem distribusi.

"Tujuan utamanya adalah memastikan bahwa seluruh bahan, proses, hingga barang sampai ke tangan konsumen sudah sesuai dengan syariat Islam dan Sistem Jaminan Produk Halal (SJPH)," ujar Wulan dalam sesi wawancara dikawasan dapur Turirejo.

Hasil Audit Memuaskan

Secara umum, Dapur Turirejo dinyatakan telah memenuhi standar yang ditetapkan. Wulan menyebutkan bahwa bahan baku kritis seperti ayam dan daging sapi sudah disuplai dari Rumah Pemotongan Hewan (RPH) yang memiliki sertifikat halal resmi. Sementara bahan nabati seperti sayur dan bumbu masuk dalam kategori positive list yang relatif aman.

Keberhasilan ini juga didukung oleh adanya Penyelia Halal Internal di Dapur Turirejo yang telah dilatih khusus oleh BPJPH (Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal) untuk memantau konsistensi standar halal setiap harinya.

Komitmen Jangka Panjang

Meski hasil audit menunjukkan performa positif, Wulan menekankan pentingnya komitmen berkelanjutan dari seluruh tim, mulai dari manajemen, koki, hingga pengemudi logistik.

"Halal itu berkaitan erat dengan konsep thayyib atau kebaikan. Kami harap Dapur Turirejo tetap konsisten menggunakan bahan bersertifikat, memperhatikan alat pelindung diri (APD), serta memastikan fasilitas distribusi seperti mobil boks tidak tercampur dengan barang non-halal," tambahnya.

Langkah ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi pelaku usaha kuliner lain di Blora untuk segera melegalkan status halal produk mereka demi perlindungan konsumen yang lebih optimal.


Sumber:  beritaku.net

Seni Memimpin Dapur MBG: Sabriyansyah dan Tanggung Jawab di SPPG Blora Cepu Cepu 2

DEDIKASI PAGI BUTA: Kepala SPPG Blora Cepu Cepu 2, Sabriyansyah Putra Wardana, saat memantau bagan operasional dan jadwal distribusi di Dapur SPPG Bypass Cepu. Di tengah tekanan waktu yang ketat, ia menekankan pentingnya disiplin dan keteladanan untuk memastikan ribuan porsi makanan bergizi sampai ke tangan siswa tepat waktu. || Foto: Muji/beritaku.net

BLORA – Di saat sebagian besar warga masih terlelap, aktivitas di Dapur SPPG Blora Cepu Cepu 2—atau yang dikenal sebagai Dapur SPPG Bypass Cepu—sudah berdenyut kencang. Di balik ribuan porsi makanan yang tersaji tepat waktu, ada sosok Sabriyansyah Putra Wardana yang memimpin tim lintas fungsi dengan tanggung jawab besar di pundaknya.

Sebagai Kepala SPPG, Sabriyansyah menghadapi tantangan operasional yang sangat spesifik. Menurutnya, mengoordinasikan tim di waktu fajar menuntut ketahanan fisik dan mental yang luar biasa agar layanan tetap berjalan sempurna.

"Tantangan terbesar adalah menjaga konsistensi disiplin dan fokus tim di jam kerja yang sangat dini, ketika kondisi fisik dan mental belum sepenuhnya prima," ujar Sabriyansyah. Ia menambahkan bahwa seluruh proses di dapur ini memiliki urgensi waktu yang sangat tinggi.

"Seluruh proses di dapur MBG bersifat time-critical: mulai dari persiapan bahan, pengolahan, pengemasan, hingga distribusi tidak boleh meleset karena berhubungan langsung dengan jam belajar siswa. Kesalahan kecil di satu titik bisa berdampak ke seluruh rantai layanan," tegasnya.

Untuk menjaga soliditas tim di bawah tekanan, Sabriyansyah tidak hanya mengandalkan instruksi, tetapi juga sistem kerja dan pendekatan humanis. Ia memastikan adanya pembagian peran yang jelas sehingga setiap orang paham tanggung jawabnya dan tidak saling tumpang tindih. Baginya, kehadiran seorang pemimpin di lapangan adalah kunci.

"Keteladanan pimpinan, hadir paling awal, terlibat langsung, dan tidak hanya memberi perintah. Komunikasi yang humanis, termasuk apresiasi kecil, briefing singkat namun konsisten, serta evaluasi tanpa menyalahkan. Dengan pendekatan ini, tim merasa dihargai sebagai satu kesatuan misi, bukan sekadar pekerja dapur," ungkapnya mengenai rahasia kekompakan tim di Bypass Cepu.

Sikap profesional juga ia tunjukkan saat menghadapi kendala lapangan, termasuk komplain mengenai distribusi. Sabriyansyah memilih untuk menerima masukan dengan terbuka dan empatik tanpa bersikap defensif.

"Menerima komplain dengan terbuka dan empatik, tanpa defensif. Memberikan klarifikasi resmi dan solusi konkret, evaluasi internal dan perbaikan sistem, agar kejadian tidak berulang. Prinsipnya, komplain bukan untuk diperdebatkan, tetapi menjadi alarm perbaikan layanan," jelas Sabriyansyah mengenai SOP penanganan keluhan.

Seluruh dedikasi ini lahir dari sebuah prinsip kepemimpinan yang ia pegang teguh. Bagi Sabriyansyah, memimpin operasional di SPPG Blora Cepu Cepu 2 adalah bentuk pengabdian total yang ia jalani dengan penuh ketulusan.

"Melayani dengan sepenuh hati tanpa ada rasa beban di hati dengan mengandalkan keteladanan dan kedisiplinan apapun itu dan menjadikan dapur itu sebagai jantung hati yang menyatu dengan jiwa raga saya," pungkasnya.



Sumber: beritaku.net